Aku bertanya-tanya mengapa aku tidak dapat mengingat senyum bahagiamu, yak? Selalu saja dalam kepalaku tergambar sorot matamu yang sedikit menunduk dan senyum yang rampung setengah. Ah, kamu sibuk memberi kebahagiaan pada orang-orang di sekitarmu sih, jadinya lupa hak-hak hatimu sendiri :) Ya, kamu memang bahagia, tapi ekspresimu selalu saja rampung setengah.
Hm.....aku jadi ingin membuatmu tertawa lepas, bergerak dengan ringan. Aku ingin memberimu kebahagiaan, membalurimu dengan kasih sayang sebanyak-banyaknya hingga kamu merasa sangat penuh, jenuh, dan sebal. Saking sebalnya, sampai-sampai kamu menjauh. Pasti ekspresimu akan lucu sekali. :D Kamu bebas pergi, bebas kapan kembali. Akan selalu ada yang menantimu di rumah. :D
Capaian itu masih sangat-sangat jauh. Yah, saat ini aku sedang belajar, mungkin diawali niat ini. Anggap saja sekarang giliranku. Selama ini engkau yang mengasuhku, mendengar keluh kesahku, dan membuatku nyaman, kan? Sekarang giliranku. Semoga bisa benar-benar terwujud. Kemudian kita berdua mencapai bahagia bersama. :D
Hei kamu :) , ayo kita tertawa. Tertawa saja. Sekencang kencangnya, selepas-lepasnya. Kita pilih jargon untuk kita, ya...: Lot of Love, Lot of Laugh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar