Tahun-tahun terasa bagaikan abad. Kita menjadi semakin tua, tipis, terulur, terpilin, dan transparan. Pada waktu-waktu itu kita belajar bahwa apapun yang menimpa tidak akan menghalangi kita untuk berbahagia. Kita ciptakan bahagia di antara kecamuk masa. Berlarian mengejar matahari yang mengalirkan sejuta peluh, sesekali saling membagi binar mata dan tertawa bersama. Pada malam-malam gelap kita saling memandang dan menghitungi kerut yang menggurat satu sama lain. Bahagia dengan luka-luka yang telah kita sembuhkan bersama. Ah, betapa hidup bisa seindah ini.
Senin, 09 Desember 2013
keempat kaki kita
Tahun-tahun terasa bagaikan abad. Kita menjadi semakin tua, tipis, terulur, terpilin, dan transparan. Pada waktu-waktu itu kita belajar bahwa apapun yang menimpa tidak akan menghalangi kita untuk berbahagia. Kita ciptakan bahagia di antara kecamuk masa. Berlarian mengejar matahari yang mengalirkan sejuta peluh, sesekali saling membagi binar mata dan tertawa bersama. Pada malam-malam gelap kita saling memandang dan menghitungi kerut yang menggurat satu sama lain. Bahagia dengan luka-luka yang telah kita sembuhkan bersama. Ah, betapa hidup bisa seindah ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar