Rabu, 01 Juli 2009

Jadwal pagi: ngopi; sebuah analisis

Ada satu jadwal rutin yang kerap dilakukan teman-teman. Ngopi. Rutinitas nyleneh itu dimulai sekitar pukul tujuh-delapanan. Berbondong-bondong jalan kaki menuju sebuah warung makan yang kerap digunakan untuk nongkrong.
finansial
Dari segi finansial kegiatan itu memang menambah pengeluaran yang cukup signifikan. Kalo dihitung-hitung mulai melek mata langsung meluncur... pesan kopi pahit plus rokok "biar tambah mantep...," katanya. Misalnya saja 1500 + 800 = 2300. Itu pun kalo cuma cukup dengan satu rokok, padahal biasanya mesti nambah lagi. Pas ngobrol juga tambah asyik nyemot tempe, tahu, ato bakwan. Nah, genap 2800 (itu minim banget) x 26 hari = 72800 tambahan per bulan.
wacana
Wacana yang terbangun selama kurang lebih tiga jam sangat beragam, mulai dari geguyon yang nggak ada jluntrungannya, cewe yang lagi popular, keluarga, pendidikan, bahkan sampe politik-politik dunia. Ga heran, cakrawala berpikir mesti jadi tambah, yah, minimal menyelami pola pikir orang lain. Kapan lagi dapat ilmu gratis?
time
yahhhhh, tiga jam untuk duduk-duduk... Bayangkan untuk mandi, cuci baju, bersihkan kost, nyiram bunga, ngetik....
kuliah
Nah ini nih! kadang jadi lebih milih ngopi daripada mandi dan brangkat kuliah. Tapi juga ada yang bahas materi kuliah (bak butiran pasir di pantai samudra).
teman
silaturahmi terjalin mulai dari pemilik warung, teman temannya teman orang lain, security, bahkan sampai alumni. Ternyata dasyat juga.

Jadi begitulah, ternyata memang sangat kontroversial, saudara.... sip, tinggal posisikan diri: ilmu mana yang ingin diambil.

1 komentar:

  1. hiiiiiiiii seneng ya puny teman yang unik.........
    tapi jangan terlantur
    nanti kayak siapa yang terjebak di dalamnya

    BalasHapus