Minggu, 26 Juli 2009

cinta, oh, cinta


 

Pesona cinta sungguh tiada tara. Dayanya memikat siapa saja, tua-muda, besar-kecil, miskin-kaya. Setiap orang menemukan tambatan hatinya masing-masing. Yang semampai jatuh cinta dan dicintai, yang kurus juga jatuh cinta dan dicintai, yang "bulat" pun juga demikian. Model cantik jatuh cinta, abang penjual cimol pun juga jatuh cinta. 

Bayangkan jika lelaki hanya mencintai yang putih bersih saja, atau yang semampai saja, atau hanya yang jelita. Akan terjadi kekacauan besar bagi wanita di luar kriteria tersebut. Namun, disinilah terlihat betapa kuasa Tuhan menggenggam dan membolak-balik hati manusia. Oleh-Nya, rasa cinta ini diselipkan kerapkali tanpa memprioritaskan kecantikan fisik semata. Alhasil, setiap manusia mendapatkan hak untuk mencintai dan dicintai.

Perasaan mencintai dan dicintai merupakan resep yang sangat manjur untuk psikis. Dengan mencintai, pikiran akan kekurangan dan keadaan kita akan sedikit teralihkan, diganti dengan kesediaan untuk memikirkan orang lain. Kita tidak lagi berkutat dengan permasalahan kita sendiri. Bukankah ganjalan hati kita akan sedikit terangkat ketika kita membantu orang lain? Selain itu, merasa dicintai, diterima, dan berarti untuk orang lain akan meningkatkan penghargaan terhadap diri kita. Dua efek ini sangat terasa dalam kehidupan. Asyiknya lagi, hal ini gratis diberikan oleh Tuhan, tinggal kita yang memanfaatkannya saja. :)

Hm...cinta... benar-benar nikmat cuma-cuma yang diberikan Tuhan kepada manusia :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar