Terima kasih pada apa pun yang telah mengantarkanku pada saat ini. Entah itu malaikat ataupun setan.
Seolah aku telah berjalan demikian jauh, mengarungi waktu-waktu yang tak akan kutukar dengan apapun.
terima kasih
pada keluargaku yang lain-yang rupanya baru saja kutemukan:
padamu yang mengajariku berterima kasih pada masa lalu
padamu yang menunjuk dan menyebut 'ibu' pada perempuan yang telah melahirkanku
padamu yang mengajariku tersenyum pada diriku sendiri
padamu yang mengantarkan aku pada dunia baru--bukan sekedar kata dan kesatuan dari beragam materi melainkan ada kehidupan di sana
aku bukan murid yang baik, (untuk itu aku bersyukur atas adamu, atas rancangan Tuhan untuk menciptakan aku, dirimu, kalian)
di sini ada nyaman, ada tawa yang berderai di sela kemarahanku yang mengguntur
ada tepukan bahu di tengah kecemasanku yang meneror-menebar busuk
ada rangkulan yang mengerat ketika aku menjauh dan menarik diri
ada genggaman tangan ketika aku limbung
ada pemahaman ketika aku ingin berteriak dan membenci semua yang kutemui
ada kamu, ada kalian ketika aku berpikir untuk tidak ada saja dari hidup ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar