Dari orang lain aku belajar berinteraksi. Tidak bisa dipungkiri dalam interaksi sering terjadi kesenjangan antara apa yang ingin disampaikan dan apa yang sesungguhnya tersampaikan. Aku belajar untuk berjaga-jaga dan meminimalkan konflik yang mungkin terjadi dalam suatu interaksi.
Kadang niatan hati tak sepenuhnya dapat disampaikan dengan tepat. Adakalanya ketidakmampuan mengungkapkan perasaan malah justru menimbulkan masalah. Maksud hati mencintai tetapi ternyata tak bisa mengungkapkan perasaan sayang dengan tepat. Biasanya berubah jadi makan hati karena teman ternyata tidak respect, atau malah jadi bingung sendiri karena apapun yang dilakukan dinilai salah oleh orang lain. Menarik diri menjadi satu hal yang menggiurkan. Namun, orang lain juga jadi bingung dengan perubahan-perubahan yang "tidak diketahui" sebabnya. Kebuntuan ini jika dibiarkan berlarut-larut akan memburuk keadaan. Tidak hanya melanda diri pribadi tapi juga secara otomatis akan mempengaruhi orang lain. Lebih baik bicara agar sama-sama tahu apa yang sedang terjadi. Tidak hanya dongkol yang dipendam. Bagaimana bisa tahu kalau keduanya hanya diam sambil melancarkan aksinya masing-masing.
Dengan bicara mudah-mudahan kita dapat lebih berbagi dan mengerti. Bicara memudahkan kita mengetahui apa yang dirasakan orang lain dan mereka pun jadi tidak bingung dengan apa yang sedang kita rasakan.
"bagaimana dia bisa tahu kalau aku tidak ngomong" :)
Agenda selanjutnya: bagaimana cara ngomong agar pembicaraan dapat tetap sareh meski nyatanya sedang dirundung masalah. Sedang dalam tahap latihan.
Kadang niatan hati tak sepenuhnya dapat disampaikan dengan tepat. Adakalanya ketidakmampuan mengungkapkan perasaan malah justru menimbulkan masalah. Maksud hati mencintai tetapi ternyata tak bisa mengungkapkan perasaan sayang dengan tepat. Biasanya berubah jadi makan hati karena teman ternyata tidak respect, atau malah jadi bingung sendiri karena apapun yang dilakukan dinilai salah oleh orang lain. Menarik diri menjadi satu hal yang menggiurkan. Namun, orang lain juga jadi bingung dengan perubahan-perubahan yang "tidak diketahui" sebabnya. Kebuntuan ini jika dibiarkan berlarut-larut akan memburuk keadaan. Tidak hanya melanda diri pribadi tapi juga secara otomatis akan mempengaruhi orang lain. Lebih baik bicara agar sama-sama tahu apa yang sedang terjadi. Tidak hanya dongkol yang dipendam. Bagaimana bisa tahu kalau keduanya hanya diam sambil melancarkan aksinya masing-masing.
Dengan bicara mudah-mudahan kita dapat lebih berbagi dan mengerti. Bicara memudahkan kita mengetahui apa yang dirasakan orang lain dan mereka pun jadi tidak bingung dengan apa yang sedang kita rasakan.
"bagaimana dia bisa tahu kalau aku tidak ngomong" :)
Agenda selanjutnya: bagaimana cara ngomong agar pembicaraan dapat tetap sareh meski nyatanya sedang dirundung masalah. Sedang dalam tahap latihan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar