----
Aku seperti perempuan-perempuan lain; sebut saja aku Marsinah, perempuan yang mati dengan vagina yang dirobek, buruh jam mati dalam hitungan jam. Sebut saja aku TKW Arab Saudi, Hongkong, Malaysia, Singapura tanpa perlindungan hukum yang jelas,
Sebut saja aku, aku pelacur tanpa orgasme, bukan Cleopatra yang bisa menguasai Eropa, bukan Bunda Theresa dengan kelembutan hatinya, juga buka Aisyah istri nabi yang setia.
Tapi disini-di tempat ini, aku yang dikuasai aku, dikuasai keterpaksaan yang aku buat-buat. Seolah-olah aku tanpa beban.
Dimana Kau Tuhan pada saat-saat begini. Dimana Kau Tuhan pada saat-saat seperti ini...
Dalam hati yang kulihat hanya wajah-wajah lelaki yang meregang; Aku bukanlah firman Tuhan yang wajib kau lakukan-kau buru. Kemana tubuhku yang kemarin disiram air hujan yang diredakan gerimis...
Pada akhirnya tubuh. Tubuhku, tubuhmu, adalah misteri yang menyimpan makna seluas imajinasi, seperti agama, seperti Tuhan dimana lelaki yang lebih kuasa.
Lihatlah aku disini...
----
Bait-bait di atas merupakan sekelumit potongan naskah berjudul Perempuan tanpa Orgasme oleh Candra Harjanto.
Candra Harjanto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar