Rabu, 19 Maret 2014

tipe yang lagi sakit

 
Hari ini beberapa teman sedang diberi nikmat sakit. Nikmat? ya. Bukankah bagaimanapun keadaan orang yang beriman selalu beruntung? Jika sehat, dia akan dapat bekerja dan beribadah dengan baik. Jika sakit sementara dia rela dan bersabar terhadap sakitnya, maka sakitnya menjadi ajang penghapusan dosa yang telah lalu. Semoga kesabarannya dalam menanggung sakit yang diderita, baik ringan maupun berat, dihitung sebagai perjuangan pembersihan diri.
Beberapa perilaku khas muncul ketika seseorang sakit. Tipe pertama adalah orang sakit yang uring-uringan, bawel, rewel, perilakunya menjengkelkan, dan seolah ingin menginduksi orang-orang sekitarnya untuk turut merasakan sakitnya. Perilakunya bisa dengan mengeluh tentang sakitnya, mengeluhkan keadaan, perawatan yang tidak sesuai keinginannya, atau marah-marah tanpa sebab yang jelas. Meskipun (relatif) lebih sukar untuk ditangani, tipe ini lebih memudahkan orang disekitarnya untuk mengetahui apa yang dibutuhkannya. Ketidaknyamanan fisik ataupun psikologis dapat dikenali dengan (relatif) lebih mudah sehingga penanganan yang tepat segera dapat diberikan. Nilai plusnya adalah: ladang pahala terbuka lebar bagi orang-orang disekelilingnya yang bersabar terhadapnya.
Tipe kedua adalah orang sakit yang manis dan menyenangkan. Sakit fisik yang diderita tidak mempengaruhinya untuk berbahagia, gembira, atau untuk sekadar tersenyum. Meski sakit, ekspresi wajahnya berseri-seri. Tidak ada keluhan. Tidak ada gerutu. Wah, ini dia panen yang sebenarnya. Dosa-dosa luruh dari badannya satu demi satu hingga menyisakan diri yang bersih. :) Kedamaian juga menjalar kepada orang-orang di sekelilingnya. Perasaan adem dan tentram menyelimuti. Wangi yang nyaman dan menenangkan.

Tipe ketiga adalah orang sakit yang diam. Ya, hanya diam. Tidak mengeluhkan sakitnya, tidak menggubris sakitnya. Bahkan ketika hanya bisa berbaring pun masih juga diam. Semoga yang di sekelilingnya mampu mengerti "diam"nya. Semoga diamnya membawa kebaikan. Diam yang semeleh. Diam yang rela, diam yang ikhlas. :) Orang-orang di sekitarnya yang semoga bisa mengingatkan kepada kebaikan meski yang didampingi hanya menjawab dengan diam. Semoga hatinya selalu mendekat pada Yang Kuasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar