Matur nuwun atas kesempatan yang telah Engkau berikan hingga saat ini. Saat-saat ketika aku memiliki semuanya. Ibu, bapak, mas, keluarga mas, keluarga kita, teman-teman kita. Sungguh tidak ada bandingannya kenikmatan ini ketika Engkau masih memberi kami kesempatan. Kesempatan untuk bersama, kesempatan untuk bekerja, kesempatan untuk memohon ampun kepada-Mu, juga kesempatan untuk menulis hal-hal seperti ini.
Hidup kami demikian indah, ya Allah. Segala keputusan-Mu demikian mengasihi kami. Pengaturan-Mu demikian sempurna. Udara yang Kau masukkan ke dalam paru-paru kami demikian menyegarkan. Pikiran yang Kau gerakkan di kepala kami demikian lancar dan tajam. Hati yang Kau tanamkan di badan kami demikian menenteramkan. Penglihatan kami, pendengaran kami, perabaan kami, pencecapan, pembauan, semuanya mengirimkan berkah yang Kau tuang kepada kami.
Ya Allah, kami bersyukur telah Engkau ciptakan kasih sayang di dunia ini dari penggalan sifat-Mu yang mulia. Hingga kami dapat saling mengasihi, berbagi, dan menyayangi dengan sepenuh hati. Demikian kasih kami, juga demikian picik dan terbatasnya kami sampai-sampai kami sedih atas kehilangan. Kami sejatinya tidak tahu rasanya kehilangan. Jauh di lubuk hati kami, kami tahu bahwa perpisahan selalu mengiringi sebuah pertemuan. Namun sebelum itu benar-benar terjadi, berilah kami kesempatan untuk mensyukuri semua ini. Atas segala yang telah Engkau beri.
Selalu singkat rasanya setiap perjumpaan. Betapa semua ini fana. Namun begitu, perkenankanlah kami memberi yang terbaik pada saat-saat yang terbatas ini. Perkenankanlah kami saling mengasihi. Perkenankanlah kami saling mengingatkan untuk berbondong-bondong datang kepada-Mu. Akankah Engkau sudi menerima kami? Kepada siapa kami harus kembali kalau tidak pada-Mu?
Maha Suci Engkau dari segala persangkaan kami. Sesungguhnya kami benar-benar terbatas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar