Hari ini capek luar biasa. Kaki dan pinggang terasa pegal, tangan gemetar, punggung kaku. Masih terasa tidak begitu enak hingga sekarang. Bagaimana tidak? Start pukul 20.30 untuk mengerjakan tugas, sampai pukul 08.00 keesokan harinya, tidur sejenak pukul 03.00-04.00. Hanya sempat sarapan segelas jumbo susu sebelum bergegas berangkat. Untungnya segala sesuatu berjalan lancar hingga pulang kembali ke rumah pukul 17.30.
Sebenarnya salah diri sendiri. Kenapa harus pake acara kebut semalam, padahal sebelumnya sudah beritikad untuk tidur pada awal waktu, yah, sekitar pukul 21.30, lah. Keinginan itu rupanya hanya terwujud beberapa minggu. Bahkan malam ini pun masih menulis entah tentang apa. (Hm, malam memang selalu menyimpan keheningan yang indah, jadi sayang untuk dilewatkan.)
Tugas yang mendesak selalu menjadi alasan pertama untuk lembur semalaman. Malamnya mengerjakan, paginya presentasi. Tidak peduli bahwa materi telah disiapkan berminggu sebelumnya, buku-buku telah dibaca, kerangka pemikiran bahasan sudah dipikirkan berhari-hari sebelumnya, selalu saja malam menjelang pengumpulan tugas menjadi ajang pertarungan terakhir. Habis-habisan. Entah mengetik keseluruhan isi, menghaluskan tulisan, mempuat slide presentasi, atau bahkan hanya editting akhir tulisan. Kenapa hampir selalu berkembang menjadi semalaman? Hm, benar-benar kerja yang tidak efisien.
Selalu merasa ada yang kurang. Seperti apa pun wujud tulisan, selalu dirasa kurang. Ada perubahan pada penghalusan pertama, ada penambahan ide yang "tiba-tiba muncul" di tengah pengetikan, bahkan muncul sudut pandang lain yang menarik pada saat editting akhir. Tidak pernah puas, tidak ada habisnya, selalu ingin lebih.Sepertinya ITU yang membuat kerja tidak efisien.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar